SINDIRAN ALA AI DALAM VIDEO VIRAL SOAL BANJIR SAYUNG,
LELUCON ATAU TERIAKAN YANG LEMBUT?
Demak
– Sebuah video berdurasi singkat mendadak viral di TikTok dan Instagram setelah
menyindir penanganan banjir di Sayung, Kabupaten Demak, dengan cara yang tak
biasa. Menggunakan gaya narasi khas kecerdasan buatan (AI), video tersebut
menyampaikan kritik sosial dengan nada datar, tenang, namun sarat makna.
Parodi
tersebut menggambarkan kondisi banjir yang tak kunjung surut seolah sedang
dijelaskan oleh sistem AI, lengkap dengan intonasi netral dan bahasa formal.
Gaya ini justru menimbulkan ironi yang kuat, karena permasalahan serius dibahas
dengan suara tanpa emosi seolah
menunjukkan bagaimana isu ini dipandang sebelah mata oleh pihak berwenang.
Video
itu diketahui dibuat oleh seorang mahasiswa dari UNISSULA, yang aktif dalam kegiatan kreatif
dan memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial. Tanpa menyebut nama pejabat
atau instansi, video ini berhasil menyoroti keresahan yang dirasakan masyarakat
melalui pendekatan sindiran yang halus namun mengena.
Dalam
hitungan hari, video tersebut telah ditonton lebih dari 5,6 juta kali di TikTok
dan 1,6 juta kali di Instagram, menjadikannya salah satu konten lokal paling
berdampak yang mengangkat isu lingkungan dan kebijakan publik secara satir.
Sayung,
wilayah pesisir Kabupaten Demak, memang telah lama dilanda persoalan banjir rob
yang belum menemukan solusi berkelanjutan. Meski berbagai wacana dan program
telah diumumkan, masyarakat masih dihadapkan pada kenyataan yang tak berubah.
Dalam konteks inilah, video sindiran tersebut menjadi cerminan dari suara-suara
yang selama ini tenggelam bersama air.
Kreativitas
mahasiswa tersebut membuktikan bahwa kritik tidak harus disampaikan dengan
kemarahan. Dalam era digital, suara bisa hadir dalam berbagai bentuk bahkan dalam bentuk parodi AI yang
‘dingin’. Justru dari ‘ketidakpedulian’ gaya naratif AI itu, muncul pesan yang
paling manusiawi: bahwa permasalahan banjir bukan lagi soal teknis semata, tapi
juga tentang kepekaan dan tanggung jawab bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar