Suwe Ora Jamu sebagai Media Komunikasi Budaya dalam Perspektif Ilmu Komunikasi dan Al-Qur’an

 

Suwe Ora Jamu sebagai Media Komunikasi Budaya dan Nilai Silaturahmi dalam Perspektif Al-Qur’an



Jawa — Lagu tradisional sering menjadi sarana komunikasi budaya yang mempererat hubungan sosial masyarakat. Salah satu contohnya adalah Suwe Ora Jamu, lagu tradisional Jawa yang menggambarkan kerinduan dan kebahagiaan dalam pertemuan. Lagu ini merepresentasikan nilai silaturahmi dan kebersamaan yang sejalan dengan ajaran Islam.

Dalam kajian ilmu komunikasi, Suwe Ora Jamu mencerminkan komunikasi interpersonal dan ekspresi emosional. Lirik lagu menjadi media penyampaian perasaan rindu, keakraban, dan kegembiraan yang dapat dipahami bersama oleh pendengar. Lagu ini juga berfungsi sebagai alat pemersatu sosial dalam berbagai kegiatan budaya.

Nilai silaturahmi yang terkandung dalam lagu Suwe Ora Jamu sejalan dengan ajaran Al-Qur’an yang menekankan pentingnya menjaga hubungan antar sesama manusia. Hal ini relevan dengan Surah Al-Hujurat ayat 13, yang mengajarkan manusia untuk saling mengenal dan membangun hubungan sosial yang harmonis.

Suwe Ora Jamu menjadi bukti bahwa lagu tradisional dapat berperan sebagai media komunikasi sosial yang menanamkan nilai kebersamaan dan silaturahmi sesuai ajaran Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar