Egrang sebagai Media Komunikasi Nonverbal dan Refleksi Nilai Islam dalam Kehidupan Sosial

 

Menjaga Keseimbangan dalam Langkah: Egrang sebagai Media Komunikasi Sosial dan Nilai Al-Qur’an


Semarang — Di tengah arus modernisasi yang kian pesat, permainan tradisional mulai terpinggirkan oleh hiburan digital. Padahal, di balik kesederhanaannya, permainan tradisional menyimpan nilai komunikasi dan spiritual yang masih relevan hingga saat ini. Salah satunya adalah egrang, permainan tradisional yang mengandalkan keseimbangan dan ketekunan. Di Kota Semarang, egrang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media komunikasi sosial yang menanamkan nilai kesabaran, kerja keras, dan keseimbangan sesuai ajaran Islam.

Dalam perspektif ilmu komunikasi, egrang mencerminkan komunikasi nonverbal dan intrapersonal. Pemain dituntut mampu mengendalikan diri, menjaga fokus, serta memahami respon tubuh saat melangkah. Selain itu, interaksi antarpemain dalam proses belajar egrang menunjukkan adanya komunikasi interpersonal melalui arahan, dukungan, dan motivasi.

Nilai kesabaran dalam permainan egrang sejalan dengan ajaran Al-Qur’an, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 153 tentang pentingnya kesabaran. Selain itu, konsep keseimbangan yang diajarkan egrang relevan dengan prinsip wasathiyah dalam Islam, yaitu sikap moderat dan seimbang dalam kehidupan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 143.

Permainan egrang merupakan warisan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial dan pembelajaran nilai-nilai Islam. Melalui pelestarian permainan tradisional, masyarakat dapat menjaga keseimbangan antara budaya, komunikasi, dan spiritualitas di era modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar